Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya untuk memeriahkan agenda organisasi, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan hiburan bagi masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi Kota Kupang.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP REI, Raymond Ardan Arfan, menyampaikan apresiasi kepada DPD REI NTT karena telah menjalankan amanah organisasi melalui penyelenggaraan Rakerda serta berpartisipasi dalam program nasional penanaman sejuta pohon.
Ia juga menyoroti kontribusi REI NTT dalam mendukung penyediaan rumah bagi masyarakat melalui program pembangunan rumah subsidi.
Raymond mengingatkan bahwa pengembangan sektor perumahan membutuhkan ekosistem yang kuat, termasuk dukungan pemerintah dalam hal kebijakan, kepastian tata ruang, ketersediaan lahan dan infrastruktur pendukung.
Ia turut menyoroti persoalan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang menurutnya perlu didasarkan pada data akurat serta verifikasi langsung di lapangan.
Menurut Raymond, penetapan kawasan pertanian tanpa koordinasi dan pemeriksaan yang memadai berpotensi menimbulkan persoalan bagi pengembang yang sebelumnya telah mengantongi dokumen perizinan.
Karena itu, ia mengingatkan agar pemerintah melakukan koordinasi lintas sektor sebelum menetapkan kawasan tertentu sebagai lahan yang dilindungi.
Raymond juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dan kebutuhan penyediaan hunian bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur NTT yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, saat membacakan sambutan Wakil Gubernur NTT sekaligus membuka secara resmi Rakerda REI NTT 2026, menyampaikan apresiasi kepada REI atas kontribusinya dalam pembangunan daerah, khususnya sektor properti dan perumahan.
Ia berharap Rakerda tidak sekadar menjadi forum evaluasi organisasi dan penyusunan program kerja, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan serta langkah konkret untuk memperkuat investasi, memperluas penyediaan hunian layak, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
Menurutnya, perumahan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus salah satu sektor penting yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan UMKM, meningkatkan permintaan terhadap produk lokal, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Pemerintah Provinsi NTT menyadari bahwa penyediaan rumah layak dan terjangkau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterjangkauan harga, ketersediaan lahan, akses pembiayaan hingga infrastruktur dasar.
Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan dan masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan tersebut.
Alexon juga mengajak DPD REI NTT memperkuat kemitraan dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, perbankan serta seluruh pemangku kepentingan agar investasi properti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan, pembangunan sektor properti harus dilaksanakan secara berkualitas, tertib dan berkelanjutan dengan memperhatikan tata ruang, kepastian legalitas perizinan, ketersediaan air bersih, sanitasi, akses jalan, perlindungan lingkungan serta mitigasi risiko bencana.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terbuka untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan REI dalam mengidentifikasi peluang investasi sekaligus mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi pengembang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di sisi lain, para pengembang juga diharapkan tetap menjaga profesionalisme, kualitas bangunan, kepatuhan terhadap regulasi serta tanggung jawab kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Alexon berharap Rakerda REI NTT 2026 menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota untuk ditindaklanjuti bersama.
Melalui sinergi tersebut, sektor properti diharapkan menjadi salah satu kekuatan pembangunan NTT, tidak hanya dari sisi peningkatan investasi, tetapi juga dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













