Sementara itu Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan lengkapnya struktur organisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi tata kelola perusahaan.
Menurut Charlie, kelengkapan struktur eksekutif dan pengawasan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan operasional Bank NTT berjalan sehat, profesional dan sesuai ketentuan industri perbankan.
“Kehadiran struktur dan personalia yang lengkap akan semakin memperkuat fondasi tata kelola kami,” kata Charlie kepada wartawan di Kupang.
Charlie berharap kehadiran Flori Rita Wuisan dapat memberikan nilai tambah bagi Bank NTT, khususnya dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam ekosistem Bank NTT karena selain menjadi mitra strategis, pemerintah daerah juga merupakan pemegang saham bank pembangunan daerah tersebut.
“Hubungan harmonis dengan Pemerintah Daerah selaku pemegang saham dan mitra strategis merupakan hal yang tidak terpisahkan dari ekosistem bisnis Bank NTT. Kehadiran tokoh birokrasi senior ini membawa optimisme baru,” ujarnya.
Manajemen Bank NTT, lanjut Charlie, juga terbuka terhadap fungsi pengawasan dan kontrol, baik internal maupun eksternal. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga transparansi, akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat.
Flori Rita Wuisan menegaskan dirinya bersama jajaran Dewan Komisaris akan segera bekerja setelah pelantikan.
Konsolidasi internal menjadi langkah pertama yang akan dilakukan untuk menyusun rencana kerja sekaligus menentukan prioritas pengawasan menjelang berakhirnya tahun 2026.
“Langkah awal yang akan kami lakukan adalah segera duduk bersama dalam satu hingga dua hari ke depan untuk mengonsolidasikan dan menyusun rencana kerja,” kata Flori.
Setelah konsolidasi internal, Dewan Komisaris akan melakukan koordinasi dengan jajaran direksi serta para pemegang saham Seri A dan Seri B, termasuk Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT.
Pelantikan tersebut turut dihadiri para pemegang saham Bank NTT dari sejumlah pemerintah kabupaten dan kota. Di antaranya Bupati Timor Tengah Selatan, Bupati Sabu Raijua, Bupati Rote Ndao, Bupati Ngada, Bupati Sumba Barat Daya, Wakil Wali Kota Kupang, Bupati Nagekeo, Bupati Flores Timur, Bupati Sikka, Bupati Lembata dan Bupati Belu.
Hadir pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Tengah.
Selain para pemegang saham, acara tersebut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, perwakilan OJK Kupang, jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi NTT, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta jajaran direksi dan komisaris Bank NTT.
Dengan lengkapnya susunan kepengurusan, Bank NTT kini dituntut memperkuat fungsi intermediasi, memperluas pembiayaan sektor produktif, meningkatkan tata kelola dan keamanan digital, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD di Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













