Sejumlah pengungsi longsor di Buat tidak mendapat bantuan logistik karena tinggal di rumah keluarga. Buruknya manajemen posko bencana dipertanyakan.
Soe, TIMOR SAVANA.COM – Sejumlah pengungsi mandiri korban longsor di Desa Kuatae, Nusa Tenggara Timur, mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan logistik sejak awal bencana. Kornelius Neolaka, warga RT 13, bersama empat kepala keluarga lainnya, mengaku harus bertahan tanpa bantuan karena tinggal di rumah keluarga yang menampung mereka di Buat, Kecamatan Mollo Selatan.
Hingga malam ini, Kornelius dan dua kepala keluarga lainnya baru datang ke posko bencana untuk mengantre bantuan. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa mereka harus datang langsung ke posko untuk mengambil bantuan.
“Kami tidak tahu kalau harus datang langsung ke posko. Sejak awal bencana, kami sudah menyerahkan KTP dan Kartu Keluarga untuk pendataan, tapi sampai sekarang belum ada bantuan yang sampai ke tempat kami,” ungkap Kornelius dengan nada kecewa.
Selain kesulitan mendapatkan makanan, salah satu kepala keluarga dari kelompok pengungsi mandiri ini jatuh sakit sejak 24 Maret 2025 dan belum mendapatkan penanganan medis. Kornelius berharap ada perhatian lebih terhadap korban yang sakit agar tidak jatuh korban jiwa akibat kelalaian dalam distribusi bantuan.
“Kami berharap ada perhatian lebih bagi pengungsi yang sakit. Jangan sampai ada korban jiwa karena kelalaian distribusi bantuan,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













