“Saya minta panitia membuat satu surat terpadu yang memuat seluruh kebutuhan, mulai dari armada bus, mobilisasi HiAce, posko kesehatan di tujuh venue, hingga titik kebersihan dan lokasi baliho. Surat itu akan langsung saya disposisikan kepada Sekretaris Daerah dan dinas-dinas teknis terkait agar semuanya terkawal dengan baik dan tidak tercecer,” tegas dr. Christian.
Menurutnya, keberhasilan Kota Kupang sebagai tuan rumah tidak cukup diukur dari kelancaran pertandingan. Lebih dari itu, setiap atlet harus memperoleh pelayanan yang layak, merasa diterima, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
PESONAS, lanjutnya, menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menutup kesempatan seseorang meraih prestasi. Karena itu, dukungan pemerintah dan masyarakat harus hadir dalam bentuk nyata, mulai dari akses transportasi hingga pelayanan kesehatan dan lingkungan pertandingan yang ramah.
PESONAS II NTT 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni sepak bola, bulu tangkis, renang, atletik, senam ritmik, bocce, dan tenis meja. Pertandingan berlangsung di sejumlah arena, antara lain GOR Flobamora Kupang, Stadion Oepoi Kupang, Grand Arena House of Pingpong, Jungle Arena Sport Center, dan Pitoby Sport Center.
Pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10), pukul 18.00 WITA, di Stadion Kota Kupang. Acara akan dimeriahkan dengan penerimaan kontingen, pawai obor bersama atlet SOIna dan Wali Kota Kupang, serta pertunjukan seni dan budaya. Ajang nasional ini sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju kompetisi internasional di Santiago, Cile, pada tahun mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













