Kadis Pendidikan TTS Minta Smart Board Dimanfaatkan Maksimal untuk Pembelajaran

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20261027 WA0009

Karena itu, Apris berharap keberadaan fasilitas tersebut menjadi jembatan bagi guru dan peserta didik untuk semakin mengenal dan menguasai teknologi. Ia ingin perangkat itu menjadi batu loncatan untuk membangun kemampuan digital di lingkungan sekolah.

 

“Saya juga mau untuk smart board itu jadi jembatan sekaligus batu loncatan bagi pendidik dan peserta didik untuk melek teknologi,” katanya.

 

Selain mendorong pemanfaatan smart board, Apris menyampaikan rencana untuk menjalankan program “Kadis Menyapa” dalam waktu mendatang. Program ini dirancang agar kepala dinas dapat lebih dekat dengan lingkungan sekolah dan membangun komunikasi langsung dengan warga pendidikan.

 

“Maksud saya begini, kalau Kadis Menyapa itu kan anak-anak tidak perlu heran lagi dengan siapa kepala dinasnya,” jelas Apris.

 

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kepala dinas kepada peserta didik, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi informasi antara sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS.

 

Melalui komunikasi itu, guru maupun kepala sekolah diharapkan dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi di sekolah serta memperoleh kesempatan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak terkait tanpa harus menunggu terlalu lama.

 

Program Kadis Menyapa juga diharapkan mendukung penyampaian laporan secara cepat dari sekolah kepada dinas. Dengan komunikasi yang lebih terbuka, persoalan terkait kegiatan pendidikan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

 

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan penguatan komunikasi serta pendampingan bagi tenaga pendidik. Fasilitas digital akan memberikan manfaat lebih besar apabila didukung sumber daya manusia yang mampu menggunakannya dan lingkungan sekolah yang terbuka terhadap pembaruan.

 

Baca Juga :  4.143 TPS Rawan di NTT : Ini Rekomendasi Bawaslu

Apris berharap kepala sekolah dan guru dapat mengambil peran aktif dalam memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia. Dengan penggunaan smart board secara optimal, peningkatan kemampuan digital guru, serta komunikasi yang lebih dekat melalui program Kadis Menyapa, kualitas proses pembelajaran di Kabupaten TTS diharapkan terus berkembang.

“Saya harap kepsek dan para guru bisa ambil peran aktif untuk manfaatkan semua fasilitas yang ada. Saya harap juga pemanfaatan ini sejalan dengan program Kadis menyapa kualitas proses pembelajaran terus berkembang” tutup Apris

  • Bagikan