Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) menyoroti DPRD Kabupaten TTS yang dinilai lebih sibuk mengurus konsultasi pemekaran DOB Amantun ketimbang fokus menyelesaikan masalah rakyat seperti relokasi korban longsor dan nasib PPPK paruh waktu.
Soe,Timorsavana.com — Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) menyesalkan sikap DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang dinilai lebih sibuk mengurus konsultasi terkait pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Amantun, ketimbang memprioritaskan persoalan rakyat yang hingga kini belum terselesaikan.
Ketua FPDT, Doni Tanoen menilai langkah DPRD TTS yang terus melakukan konsultasi keluar daerah untuk membahas pemekaran tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
Menurutnya, kegiatan konsultasi yang dilakukan DPRD TTS justru terkesan menghamburkan anggaran tanpa memberi dampak langsung kepada kesejahteraan warga.
“Beberapa bulan lalu Bupati TTS sudah bertemu langsung dengan Mendagri dan Komisi II DPR RI terkait usulan DOB Amantun. Jadi seharusnya DPRD tidak perlu lagi sibuk menghabiskan anggaran untuk konsultasi yang belum mendesak,” tegas Doni dalam pernyataannya, Rabu (15/10/2025).
Lanjut, Doni menilai kondisi masyarakat TTS saat ini justru membutuhkan perhatian nyata dari DPRD, bukan agenda konsultasi yang manfaatnya belum dirasakan publik.
Sejumlah masalah mendesak di TTS, kata FPDT, masih menanti solusi, termasuk relokasi warga terdampak bencana longsor di Kelurahan Kuatae, Kecamatan Kota Soe, dan Desa Oe’leu, Kecamatan Toianas.
Selain itu, persoalan status tenaga PPPK paruh waktu yang belum diusulkan karena keterbatasan anggaran juga menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah bersama DPRD.
“Kalau DPRD betul-betul bekerja untuk rakyat, mestinya mereka fokus membantu pemerintah mencari solusi bagi relokasi warga dan memperjuangkan nasib PPPK paruh waktu yang belum ada kepastian,” lanjutnya.
Aktivis alumni STIE IEU Yogyakarta ini juga menyoroti fakta bahwa hingga kini, moratorium pemekaran daerah belum dicabut oleh pemerintah pusat. Karena itu, rencana pemekaran DOB Amantun dinilai tidak realistis untuk saat ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













