Topik : 

Warga Noebana Bongkar Fakta Baru : Kepala Desa Diduga Terlibat

Reporter : Jack
  • Bagikan
IMG 20250711 112428
Kepala Desa Noebana, Noh Ninef

Warga Noebana bongkar fakta baru soal Kepala Desa Noh Ninef: diduga terlibat kekerasan, mabuk, dan tak selesaikan urusan istri sah. Pembangunan pun terbengkalai.

Timor Savana, Noebana, TTS – Dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Desa Noebana, Noh Ninef, dan Kepala Dusun III Desa Anin, Nonci Solle, terus menuai kecaman dari berbagai pihak.

Kali ini, suara lantang datang dari warga Desa Noebana sendiri. Sejumlah pemuda menyampaikan keresahan mereka atas sikap dan perilaku sang kepala desa, yang dinilai mencoreng nama baik kampung dan merusak kepercayaan publik.

Seorang pemuda yang tinggal di Noebana, melalui telepon mengungkap bahwa pernyataan Kepala Desa saat klarifikasi di Polsek Kie membuat warga makin geram. Dalam pertemuan tersebut, Noh Ninef sempat menyebut dirinya sebagai “pemain”—sebuah pernyataan yang dianggap melecehkan dan tidak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin wilayah.

Baca Juga :  Hamili Istri Sopir, Kades Noebana Akui: Beta Ini Pemain

“Kami sebagai anak muda merasa sangat terganggu. Dari sudut pandang kami, pernyataan seperti itu sangat disayangkan keluar dari mulut seorang kepala desa,” ujarnya saat ditemui.

Lebih lanjut, warga tersebut membenarkan bahwa perempuan yang saat ini tinggal bersama Kepala Desa merupakan istri keempatnya. Namun, hubungan-hubungan sebelumnya diduga tidak pernah diselesaikan secara sah. Istri pertamanya disebut masih berstatus istri sah secara hukum karena tidak pernah ada proses perceraian resmi. Pengakuan ini bertalian dengan pengakuan keluarga suami Nonci Solle.

“Istri pertama masih sah secara hukum, hanya pisah begitu saja. Yang kedua dan ketiga juga tidak pernah menikah secara resmi. Yang ketiga bahkan cuma tinggal selama sembilan bulan, lalu pergi,” jelasnya.

Warga menyayangkan bahwa meski sebelumnya banyak yang menganggap persoalan ini sebagai urusan pribadi, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dugaan pelanggaran etika dan moral oleh sang kades sudah berdampak langsung terhadap tata kelola pemerintahan desa.

Baca Juga :  Ketua Komisi I DPRD TTS Minta Kades Noebana Dicopot

“Dari awal kami pikir ini urusan rumah tangga. Tapi kalau sudah berdampak pada pembangunan dan citra kampung, itu jadi urusan kami juga. Ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

  • Bagikan