TimorSavana.com, Kupang – Wahana Lingkungan Hidup NTT ( WALHI) selenggarakan Konsultasi Daerah Lingkungan Hidup 2024 pada 7-8 Desember di Hotel Greenia, Kupang. Pada pertemuan yang dihadiri oleh 27 lembaga anggota WALHI NTT dari Kepulauan Flores, Kepulauan Timor, dan Kepulauan Sumba ini mengusung berbagai agenda. Diantaranya yang merupakan agenda utama adalah penyikapan terhadap politik lingkungan hidup para pemimpin baru di NTT. Kedua, Penguatan agenda NTT sebagai tuan rumah Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup tahun 2025. Ketiga yakni pembahasan program program advokasi lingkungan hidup untuk satu tahun kedepan.
“ Hasil persidangan komisi maupun pleno dalam KDLH kali ini lebih banyak untuk mengkawal kepemimpinan baru di Nusa Tenggara Timur. Baik di Bupati, Walikota hingga Gubernur. Kami berkomitmen untuk mengawal dan mengawasi kinerja pemerintah di soal lingkungan hidup atau pengelolaan sumber daya alam,” terang Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang Tanaamah Paranggi. Beliau menambahkan bahwa KDLH kali ini banyak menyorot problem problem ekologis yang mesti jadi PR pemimpin NTT yang baru. Diantaranya, soal korupsi sumber daya alam, Pembangunan yang abaikan daya dukung dan daya tampung serta penegakan hukum lingkungan yang masih jauh dari harapan.
WALHI NTT menggarisbawahi bahwa para pemimpin baru di NTT harus benar benar serius untuk urusan pemulihan lingkungan hidup. WALHI NTT berharap walaupun dalam masa kampanye isu lingkungan hidup tidak menjadi prioritas para calon, namun kedepannya pemerintah daerah di NTT harus peka dengan pemburukan lingkungan hidup ayang terjadi di NTT. “ Belakangan, fakta bahwa terjadi berbagai bencana ekologis akibat perubahan iklim. Bencana gunung berapi, pencemaran lingkungan hidup yang akut hingga kriminalisasi pada rakyat yang membela ruang penghidupannya selalu dianggap enteng oleh pemerintah daerah tidak boleh lagi dilakukan,” ujar Umbu Wulang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













