“Ini bukan kerja kami sendiri. Ini buah kerja sama umat gereja, masjid, pura, dan semua elemen masyarakat. Toleransi inilah yang membuat Kupang menjadi rumah yang damai bagi semua,” ujarnya.
Menurutnya, membangun kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun lingkungan yang bersih, udara yang sehat, ruang ibadah yang nyaman, serta hubungan sosial yang saling menghargai.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan komitmennya membangun Kupang melalui kolaborasi dan gotong royong lintas agama dan elemen masyarakat. “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Kota Kupang memilih berjalan bersama,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada kaum muda gereja untuk terus menjadi saksi Kristus dan membawa semangat persaudaraan.
Pastor Kuasi Paroki St. Andreas Lasiana, RD Hironimus Nitsae, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap pembangunan gereja mereka.
Gereja St. Andreas saat ini menaungi 6 wilayah, 21 lingkungan, dan lebih dari 3.300 jiwa umat. “Kami sangat bersyukur. Ini bukti perhatian pemerintah terhadap umat. Terima kasih banyak Bapak Wali Kota, Ibu Wakil dan seluruh jajaran,” ucapnya.
Dia berharap bantuan ini menjadi penyemangat umat jelang perayaan Pesta Pelindung St. Andreas, yang akan dirayakan dalam waktu dekat.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













