Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, memberikan klarifikasi resmi terkait kehadirannya dalam penobatan Raja Amanuban dan menegaskan hadir karena undangan, bukan alasan politik.
Soe, TimorSavana.com — Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, memberikan klarifikasi resmi terkait kehadirannya dalam acara penobatan Drs. Jonathan Nubatonis sebagai Raja Amanuban yang berlangsung pada 15 September 2025 di Sonaf Amanuban, Desa Tubuhue. Klarifikasi ini disampaikan menyusul polemik yang bergulir di sejumlah media online dan media sosial.
Belakangan, publik menyoroti serta mempertanyakan kehadiran Bupati dalam acara tersebut. Sejumlah tokoh bahkan secara terbuka menyampaikan penolakan, dengan menuding bahwa kehadiran sang Bupati memiliki maksud politik tertentu.
Menjawab hal itu, Bupati Eduard Markus Lioe menegaskan bahwa dirinya hadir semata-mata dalam kapasitas sebagai kepala daerah yang mendapat undangan resmi. Ia menolak asumsi bahwa kehadirannya berkaitan dengan dukungan terhadap prosesi pengukuhan Raja Amanuban.
“Kita sebagai Bupati, sebagai kepala daerah, semua kegiatan kemasyarakatan maupun kegiatan partai politik mana pun, sebagai pembina politik dan kepala daerah, jika diundang maka kita wajib hadir,” ujar Bupati saat dikonfirmasi pada Senin, 29 September 2025, di Kantor Bupati TTS.
Bupati Buce Lioe juga meluruskan bahwa undangan yang diterimanya tidak pernah mencantumkan agenda penobatan usif. Ia hadir karena diundang untuk mengikuti acara syukuran masyarakat setempat.
“Dalam undangan, kami diundang untuk hadir pada acara syukuran. Ternyata saat sampai di lokasi, baru kami tahu ada beberapa rentetan acara lain, termasuk sambutan Usif Bil Nope, dan kemudian penobatan Pak Jonathan Nubatonis,” jelasnya.
Menurutnya, rangkaian acara tersebut murni disiapkan oleh Usif Bil Nope bersama Jonathan Nubatonis tanpa melibatkan pemerintah daerah dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan dalam proses penobatan.
“Kecuali kalau sejak awal pemerintah ikut merencanakan, itu lain. Tapi dalam hal ini sama sekali tidak ada,” tegasnya.
Bupati Buce Lioe meminta agar kehadirannya tidak dipelintir atau dijadikan polemik yang merugikan pemerintah daerah maupun masyarakat Amanuban. Ia menilai bahwa isu tersebut seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













