Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang Timur ke-VIII Resmi Dibuka di GMIT Imanuel Kolhua

Reporter : Marlin Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20251210 WA0010

Kupang,Timorsavana.com ||Pembukaan Persidangan Majelis Klasis Kota Kupang Timur ke-VIII berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025 petang, di Gedung GMIT Imanuel Kolhua. Kegiatan ini mengusung tema “Lakukan Keadilan, Cinta Kesetiaan dan Hidup Rendah Hati di Hadapan Allah” serta subtema “Bersaksi tentang Allah yang Setia di Tengah Dunia yang Luka.”

Persidangan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Sinode GMIT, Asisten Administrasi Umum Provinsi NTT, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Anggota DPRD Kota Kupang Dance Bistolen, Ketua dan Sekretaris Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Plt. Camat Maulafa, Lurah Kolhua, Ketua BP4K Majelis Klasis Kota Kupang Timur, serta para Majelis Jemaat se-Klasis. Total peserta yang hadir berjumlah 35 Majelis Jemaat.

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi penyambutan bagi Majelis Sinode Harian, Majelis Klasis, para undangan, dan peserta sidang, yang diiringi Natoni, musik, dan tarian adat. Setelah itu dilaksanakan ibadah pembukaan, pembacaan Akta Pembuka dan Suara Gembala, laporan panitia, serta sambutan dari Asisten Administrasi Umum Provinsi NTT dan Wakil Wali Kota Kupang.

Sidang kemudian berlanjut dengan pembahasan subtema melalui dua perspektif utama—ekologi dan sosiologi—yang bertujuan memperdalam pemahaman teologis sekaligus merespons tantangan sosial masyarakat masa kini.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya persidangan yang dinilainya bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang untuk menyatukan hati dan merumuskan langkah pelayanan gereja yang lebih relevan.

Ia menyinggung capaian Kota Kupang yang selama satu dekade terakhir konsisten masuk dalam jajaran kota paling toleran di Indonesia dan menerima penghargaan Kota Cinta Damai dan Inklusif dari Kompas TV. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja dan tokoh agama.

Baca Juga :  Komunitas Timor Belajar Adakan Kunjungan ke SMA Katolik Geovani Kupang

Serena juga menyoroti tantangan generasi muda di era digital.

“Anak-anak kita hidup di tengah derasnya informasi. Gereja dan pemerintah harus bergandeng tangan menjaga kesehatan mental, moral, dan karakter generasi yang akan memimpin kota ini ke depan,” ujarnya.

Ia berharap persidangan ini menghasilkan program-program yang bukan hanya administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi jemaat dan masyarakat.

  • Bagikan