Kupang, Timorsavana.com – Parade Budaya 100 Tahun yang digelar oleh GMIT Koinonia Kupang menjadi salah satu rangkaian utama dalam perayaan menuju satu abad berdirinya gereja tersebut. Kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas pertumbuhan gereja yang terus berdiri teguh, berbuah, serta memberikan dampak positif bagi jemaat, masyarakat, bangsa, dan negara.
Ketua Panitia Bulan Keluarga Hut Reformasi GMIT Koinonia Kupang, kresentius B.M.R Lake, menyampaikan bahwa parade budaya ini tidak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga bentuk komitmen jemaat untuk melestarikan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan dunia digital.
“Parade Budaya 100 tahun hari ini merupakan salah perayaan acara menyongsong satu abat Koinonia,tumbuh menjadi gereja yang berdiri yang teguh berbuah dan berdampak, baik itu bagi jemaat bagi masyarakat dan juga bagi bangsa dan negara” ujar Kresentius saat memberikan keterangan kepada media di halaman Gereja Koinonia Kupang, Sabtu malam (1/11/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Jika budaya ini tidak dijaga, maka hal tersebut dapat memengaruhi kehidupan bergereja dan pembangunan masyarakat di masa mendatang
“Melalui parade budaya ini, kita ingin membawa jemaat Koinonia semakin bersatu. Ini juga menjadi landasan menuju perayaan 200 tahun nanti agar kita tetap membangun meskipun zaman terus berubah,” tambahnya.
Kresentius juga menegaskan bahwa semangat pelestarian budaya sejalan dengan firman Tuhan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













