“Dalam Alkitab dikatakan, biarlah langit dan bumi berlalu, tetapi firman Tuhan tetap abadi. Firman Tuhan menjadi dasar kita untuk mempererat persekutuan dan menjaga nilai-nilai budaya. Karena Tuhan itu datang dengan firman, bahasa roh, dia tahu dalam pertumbuhan jemaat itu akan diperhadapan dengan budaya-budaya itu sehingga Parade ini boleh berdampak bagi seluruh jemaat dari lingkungan 1 sampai dengan lingkungan 9 koinonia Kupang,” ungkap Kresentius.
Parade budaya ini melibatkan seluruh jemaat dari lingkungan 1 hingga lingkungan 9, serta berbagai unit kategorial mulai dari TK, SD, hingga jemaat tetangga dan Rayon C. Kegiatan berlangsung meriah dengan cuaca yang mendukung dan antusiasme jemaat yang tinggi.
“Puji Tuhan, kegiatan ini berjalan dengan baik. Cuaca bersahabat, suasana penuh sukacita, dan seluruh jemaat berpartisipasi dengan semangat. Ini bukti bahwa kita satu dalam persekutuan Koinonia,” ungkapnya penuh syukur.
Menutup pernyataannya, Kresentius menyampaikan rasa bangganya dapat memimpin panitia dalam momen bersejarah tersebut.
“Koinonia adalah persekutuan yang siap menghadapi tantangan zaman, termasuk era digital. Walaupun saya baru beberapa tahun menjadi ketua di GMIT Koinonia, saya bangga bisa memimpin di hari yang sangat bermakna dan bermartabat ini,” tutupnya.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













