Ia juga menyebutkan bahwa Portal Sasando yang diluncurkan tahun lalu secara sistem telah siap dari sisi infrastruktur dan standar variabel dasar, namun belum sepenuhnya siap secara substansi GEDSI.
Menurutnya, tantangan utama integrasi data GEDSI meliputi:
* Belum semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memahami pentingnya data terpilah;
* Kapasitas SDM statistik sektoral yang masih terbatas;
* Data energi terbarukan yang belum dikaitkan dengan aspek sosial;
* Risiko kebijakan tidak tepat sasaran jika data tidak terintegrasi;
* Potensi terabaikannya kelompok rentan.
Sebagai solusi, disepakati perlunya penyusunan standar data pilah GEDSI tingkat Provinsi NTT, integrasi ke dalam Portal Sasando, penguatan regulasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Mewakili Kepala Bapperida NTT, Kepala Bidang Infrastruktur Kewilayahan Bapperida NTT, Jhon Paut, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menegaskan bahwa NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang signifikan secara nasional.
“Energi terbarukan di NTT harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Permasalahan utama kita selama ini adalah data. Kebijakan harus tepat sasaran dan benar-benar memahami kebutuhan kelompok rentan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa partisipasi perempuan dan kelompok rentan perlu menjadi bagian normal dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan program energi.
Pada sesi lanjutan, peserta akan memperdalam analisis data pilah GEDSI di berbagai bidang atau klaster, termasuk metode pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Kegiatan juga mencakup penyusunan draft dokumen data terpilah GEDSI serta strategi keberlanjutan integrasinya dalam klaster Infrastruktur dan Lingkungan, khususnya sektor energi terbarukan berkeadilan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam menghadirkan kebijakan energi yang tidak bias, menjamin keadilan transisi energi (just energy transition), serta memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam pembangunan energi di NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













