Tidak hanya itu, Menbud Fadli turut mempersembahkan stan dari Kementerian Kebudayaan yang mengusung tajuk _The Listening Thread._ Stan yang terletak dekat panggung utama tersebut merupakan bentuk komitmen Kementerian Kebudayaan terhadap pemberdayaan praktisi budaya, khususnya di seluruh Indonesia Timur.
“Kami, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia merasa terhormat mempersembahkan stan kami, _The Listening Thread,_ sebuah ruang di mana beragam narasi budaya saling bertautan, merangkai kisah dan identitas melalui beragam koleksi,” jelas Menteri Kebudayaan.
Pameran Kebudayaan Indonesia di Kawasan Timur ini menyuguhkan keragaman budaya Nusa Tenggara Timur dan berbagai daerah seperti Papua dan Maluku, dengan anjungan-anjungan kerajinan tradisional, tekstil tradisional, produk kuliner, UMKM, hingga ekspresi budaya lainnya. Pameran terbuka untuk umum pada tanggal 11-13 November 2025, pukul 10.00—19.00 WITA.
Sejumlah ekspresi kultural turut menyemarakkan suasana, di antaranya tari Orsa Modao dari Papua Tengah sebagai simbol harmoni dan kebersamaan, tari Maekat dari Timor Tengah Selatan, hingga musik sasando yang mengalunkan lagu tradisional dan pop Indonesia.
Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan berharap pameran ini dapat menjadi wadah untuk mengenalkan budaya Nusantara yang kaya.
“Mudah-mudahan, pameran ini bisa memberikan gambaran kepada terutama saudara-saudara kita dari Pasifik tentang kekayaan budaya Indonesia yang merupakan megadiversity” tutup Menbud Fadli.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













