Pesta di Tetaf Berujung Pengeroyokan, Dua Pihak Saling Lapor

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260925 WA0018

Pesta di Desa Tetaf, Amanuban Tengah, TTS berujung keributan. Dua pihak saling melapor ke Polres TTS terkait dugaan pengeroyokan.

Soe, TimorSavana.com — Keributan yang terjadi dalam sebuah pesta di Desa Tetaf, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berujung pada laporan polisi dari dua pihak yang terlibat.

Desimson Wonkay melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya ke Polres TTS pada Kamis, 24 September 2026. Pada hari yang sama, pihak lain yang terlibat dalam kejadian tersebut juga melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan.

Desimson mengatakan, peristiwa bermula ketika dirinya berada di rumah dan tidak mengikuti pesta. Sekitar pukul 06.00 WITA, seorang tetangga datang memberitahukan bahwa anaknya, BSW, mengalami masalah di lokasi pesta.

Menurut Desimson, anaknya disebut dipukul dan ditahan sehingga mengalami kesulitan untuk pulang. Mendapat informasi tersebut, ia kemudian menuju lokasi pesta untuk mencari tahu apa yang terjadi.

“Saya pergi, mereka ada minum di belakang. Sampai sana saya tanya siapa yang pukul anak saya,” kata Desimson saat ditemui setelah membuat laporan di Polres TTS, Kamis, 24 September 2026.

Desimson mengatakan, saat dirinya tiba, orang yang disebut sebagai pelaku pemukulan terhadap anaknya berupaya melarikan diri menuju jalan raya. Ia kemudian masih meminta penjelasan kepada tuan rumah mengenai orang yang memukul anaknya.

Namun, menurut Desimson, sebelum pembicaraan tersebut selesai, terjadi aksi saling pukul di bagian depan lokasi pesta. Ia kemudian berlari ke arah keributan untuk melerai.

Saat berusaha melerai, Desimson mengaku tiba-tiba dipukul menggunakan bambu pada bagian belakang kepala. Ia menyebut bambu tersebut dibawa oleh seorang ketua RT yang berada di lokasi.

“Bapak RT bawa bambu satu dan pukul saya di belakang kepala. Sampai sekarang masih sakit,” ujar Desimson.

  • Bagikan