PPK 1.2 Provinsi NTT, Audrian Ramanta Herdy, ST., M.Sc, Foto:Istimewa
Kupang, timorsavana.com || Pekerjaan preservasi jalan nasional di Pulau Rote dan Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026, telah memasuki tahap penyelesaian
Di Kabupaten Rote Ndao, pekerjaan preservasi dilakukan pada ruas Papela–Simpang Olafulihaa–Pantai Baru dan Simpang Olafulihaa–Ba’a. Paket tersebut dikerjakan secara kontraktual dengan total alokasi anggaran sebesar Rp5.935.000.000. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi NTT, Audrian Ramanta Herdy, ST., M.Sc, mengatakan pekerjaan utama pada paket preservasi tersebut berupa pengaspalan sepanjang sekitar 1,8 kilometer. “Secara umum untuk penanganan efektifnya sudah selesai. Kita melaksanakan kegiatan pengaspalan di sepanjang ruas jalan nasional itu dengan target sekitar 1,8 kilometer dan sudah teraspal 100 persen,” kata Audrian
Menurutnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan pendukung yang perlu diselesaikan, antara lain perbaikan pasangan batu dan pekerjaan pada bagian bawah jalan.
Selain itu, penyedia jasa tetap memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan sesuai ketentuan dalam kontrak hingga 31 Desember 2026. “Kalau nanti di akhir tahun ada lubang di jalan, itu tetap menjadi tanggung jawab penyedia jasa untuk menutup lubang. Jadi secara gabungan progresnya sudah selesai, tetapi kewajiban pemeliharaan tetap berjalan sesuai kontrak,” jelasnya.
Sementara itu, di Kabupaten Sabu Raijua, pekerjaan preservasi dilakukan pada ruas Bolow–Seba–Mesara melalui mekanisme swakelola.
Pekerjaan tersebut mencakup pengaspalan sepanjang sekitar 800 meter dan telah selesai dikerjakan. “Kalau di Sabu juga sudah selesai. Untuk ruas Bolow–Seba–Mesara, kita juga ada pekerjaan pengaspalan secara swakelola sepanjang 800 meter dan itu sudah selesai,” ujar Audrian. Untuk pekerjaan preservasi di Sabu Raijua, nilai pagu anggarannya tercatat sebesar Rp2.362.811.000. Dengan demikian, total penanganan melalui dua paket preservasi tersebut mencapai sekitar 2,6 kilometer, terdiri dari sekitar 1,8 kilometer di Rote Ndao dan 800 meter di Sabu Raijua.
Audrian menjelaskan, pekerjaan utama pada kedua lokasi tersebut adalah pengaspalan menggunakan Asbuton (aspal batu buton).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













