KUPANG, timorsavana.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Coffee Morning with Gubernur NTT sekaligus Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN secara serentak bersama KADIN se-Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Harper Kupang lantai 10 tersebut menjadi forum bagi dunia usaha dan Pemerintah Provinsi NTT untuk membahas perkembangan ekonomi, penguatan investasi, serta strategi pengembangan potensi ekonomi NTT di tengah dinamika ekonomi global.
Ketua Panitia Rapimprov KADIN NTT, Christopher Samara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu terobosan KADIN pusat yang dilaksanakan secara daring dan luring secara serentak di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Christopher juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan Rapimprov KADIN NTT.
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena yang mengikuti kegiatan secara daring mengatakan Rapimprov menjadi momentum penting untuk membahas perkembangan ekonomi serta strategi pembangunan ekonomi ke depan, baik oleh KADIN, pemerintah maupun para pemangku kepentingan lainnya.
Gubernur menyampaikan dirinya sebenarnya berkeinginan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, agenda di Jakarta bersama Presiden Prabowo Subianto membuat dirinya tidak dapat hadir secara fisik di Kupang.
Menurut Melki, situasi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus dioptimalkan.
Ia menilai posisi geografis NTT sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste dan Australia memberikan peluang strategis bagi pengembangan ekonomi daerah.
“NTT sebenarnya punya posisi yang diuntungkan karena kita ada di batas dan memiliki potensi untuk mengembangkan Free Trade Zone,” ujar Melki dalam sambutannya secara daring.
Melki mengatakan pengembangan kawasan perdagangan bebas tersebut perlu menjadi bagian dari strategi ekonomi NTT, terutama untuk memperkuat akses ke pasar internasional melalui Timor-Leste dan Australia.
Selain pasar internasional, menurutnya, NTT juga harus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional sekaligus mengoptimalkan pasar domestik.
Ia menyebut terdapat tiga arah yang perlu menjadi perhatian, yakni pasar internasional, pasar nasional dan pasar NTT sendiri.
Untuk pasar internasional, pemerintah bersama KADIN diarahkan untuk mengoptimalkan rencana pengembangan Free Trade Zone di NTT. Sementara pada tingkat nasional, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk diperkuat.
“Pasar NTT sendiri juga perlu kita seriusi. Kita harus perlahan-lahan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.
Melki juga menyinggung perlunya memperkuat pelaku usaha lokal agar dapat mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor ekonomi di NTT.
Ia mengatakan pemerintah daerah bersama KADIN dan berbagai asosiasi ekonomi perlu bekerja bersama untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Dalam pengembangan Free Trade Zone, Melki juga menyebut pentingnya pembenahan aspek perizinan dan kelembagaan. Ia mencontohkan pengalaman Batam yang memberikan kewenangan perizinan lebih besar kepada badan otorita sehingga proses investasi dapat berlangsung lebih cepat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













