Selain itu, kerja sama ekonomi dengan Timor-Leste dan Australia juga dinilai penting, termasuk pengembangan konektivitas dan peluang kerja sama antarkota.
Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan Rapimprov KADIN NTT ke-8 dilaksanakan secara serentak dan akan dilanjutkan dengan agenda bersama KADIN Indonesia secara nasional.
Bobby menyebut KADIN NTT saat ini telah memiliki lebih dari 30 asosiasi yang tergabung dari sekitar 180 asosiasi yang ada secara nasional.
Ia juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) KADIN yang disebut telah disetujui untuk ditindaklanjuti DPR RI sebagai usulan DPR.
Menurut Bobby, pembaruan regulasi KADIN diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dunia usaha dalam mendorong kolaborasi dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemprov NTT yang telah membentuk dan mendorong tim Free Trade Zone (FTZ), termasuk menyiapkan pre-feasibility study yang ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini untuk selanjutnya diajukan ke pemerintah pusat.
“Kami siap sebagai dunia usaha untuk mendorong dan mencari investor ataupun dari sisi dunia usaha untuk bisa melakukan,” kata Bobby.
Bobby juga memaparkan hasil kunjungan dan pertemuan KADIN NTT bersama BP Batam dan KADIN Kepulauan Riau. Dari pertemuan tersebut, KADIN NTT memperoleh sejumlah masukan mengenai pengembangan kawasan perdagangan bebas.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kewenangan perizinan. Bobby menyebut pengalaman Batam menunjukkan bahwa kewenangan perizinan yang terpusat pada badan otorita dapat mempercepat proses investasi.
Selain itu, Bobby menyebut kebutuhan konsultan bertaraf internasional untuk mendukung pengembangan FTZ NTT. Ia menyebut salah satu rekomendasi yang diperoleh adalah penggunaan konsultan internasional yang dinilai memiliki jaringan investor global.
KADIN NTT juga tengah membangun komunikasi dengan Chamber of Commerce of Northern Territory dan Australian Indonesian Business Council (AIBC).
Bobby mengatakan terdapat rencana kedatangan sekitar belasan hingga 20 pengusaha dari Northern Territory ke NTT dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama ekonomi antara NTT dan Australia.
Ia juga menyampaikan harapan agar dapat terwujud kerja sama antara Kota Kupang dan Darwin, termasuk kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Harapan kita tiga kota Kupang-Dili-Darwin ini bisa menjadi triangle yang akan mendorong kebangkitan ekonomi kita juga melalui Free Trade Zone,” ujar Bobby.
Selain kerja sama antarkota, KADIN NTT juga tengah berkomunikasi dengan salah satu maskapai untuk membuka penerbangan langsung Kupang-Dili menggunakan pesawat jenis ATR.
Bobby berharap konektivitas udara tersebut dapat terealisasi tahun ini sehingga mendukung mobilitas orang dan aktivitas ekonomi antara NTT, Timor-Leste dan kawasan Australia Utara.
Rapimprov KADIN NTT selanjutnya diharapkan menjadi ruang untuk merumuskan berbagai agenda dunia usaha dan memperkuat kolaborasi antara KADIN, pemerintah daerah serta para pelaku ekonomi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













