Ketua DPC PDIP Perjuangan TTS Yusuf Nikolas Soru mendorong Desa Boti ditetapkan sebagai Desa Adat karena dinilai masih mempertahankan budaya, tenun, adat, dan tradisi secara alami.
Soe,timorsavana.com || Ketua DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yusuf Nikolas Soru, mendorong Desa Boti untuk ditetapkan sebagai Desa Adat. Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD TTS, Selasa, 22 September 2026.
Dalam rapat paripurna tersebut, Yusuf menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata di TTS perlu memperhatikan potensi budaya yang masih hidup dan dipertahankan masyarakat.
Menurut dia, TTS memiliki sejumlah potensi alam yang dapat dikembangkan untuk pariwisata. Namun, potensi budaya dinilai memiliki kekhasan tersendiri karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Yusuf mencontohkan pariwisata budaya di Bali yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Menurut dia, kekuatan budaya dapat menjadi bagian penting dari strategi pengembangan pariwisata daerah.
Ia juga membandingkan potensi alam seperti gunung dan laut yang menurutnya terdapat di banyak daerah dan negara. Karena itu, TTS dinilai perlu mengembangkan keunggulan yang memiliki karakter khas dan tidak mudah ditemukan di tempat lain.
“Kalau kita mau pariwisata, TTS kita bisa jual apa? Budaya ini memang kita punya,” kata Yusuf dalam rapat paripurna DPRD TTS.
Ia menyebut budaya tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pakaian, tenunan, adat, tradisi hingga kehidupan sehari-hari.
Menurut Yusuf, Desa Boti merupakan salah satu wilayah yang masih mempertahankan unsur-unsur budaya tersebut secara kuat. Kondisi itu dinilai dapat menjadi dasar untuk mengembangkan Boti sebagai desa adat sekaligus bagian dari pengembangan pariwisata budaya di TTS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













