Preservasi Jalan Nasional di Rote dan Sabu Raijua Masuki Tahap Penyelesaian

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260923 WA0013

Kemantapan Jalan Rote dan Sabu Meski pekerjaan preservasi telah selesai secara kontraktual, kondisi kemantapan jalan nasional di kedua wilayah tersebut masih terus menjadi perhatian. Audrian menyebut tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Sabu Raijua berada pada kisaran 94 hingga 96 persen. Sementara itu, kondisi kemantapan jalan di Kabupaten Rote Ndao relatif lebih rendah. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah ruas jalan menuju Papela. “Kalau di Rote memang agak turun sedikit kemantapannya. Kondisi jalan di Rote itu agak berbeda, terutama di arah Papela. Kemantapannya memang turun,” katanya

Menurut Audrian, salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi jalan adalah meningkatnya aktivitas lalu lintas, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan tambak garam.

Akibat aktivitas tersebut, mulai ditemukan sejumlah kerusakan pada ruas jalan nasional.

Pihaknya bersama pihak yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tambak garam telah melakukan survei untuk mengidentifikasi titik-titik kerusakan. “Kita sudah survei bersama dengan pihak yang bertanggung jawab dari tambak garam untuk mengidentifikasi kerusakan-kerusakan itu,” ungkapnya.

Kerusakan Diusulkan untuk Penanganan Audrian mengatakan, hasil identifikasi kerusakan tersebut selanjutnya sedang dalam proses pengusulan untuk mendapatkan penanganan. Namun, hingga saat ini belum dipastikan apakah penanganannya akan diarahkan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) atau menggunakan program reguler.

“Sementara sedang diusulkan. Saya belum tahu informasinya mau diarahkan ke IJD atau reguler. Intinya, kami sudah menginventarisasi atau mengidentifikasi seluruh kerusakan,” katanya. Ia menegaskan bahwa untuk paket preservasi yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2026, secara kontraktual pekerjaannya telah selesai.

“Untuk preservasi, posisinya secara kontraktual sudah selesai,” pungkas Audrian.*

  • Bagikan