Saat memasuki ruangan, ketegangan semakin meningkat. Oknum Bhabinkamtibmas yang sejak awal membuntutinya, menurut Lasarus, kembali melontarkan kata-kata kasar dan menyuruhnya berlutut.
“Lu berlutut, babi kau ini,” kata Lasarus menirukan makian yang dialamatkan kepadanya.
Ia mengaku tidak berdaya dan memilih menuruti perintah tersebut. Lebih jauh, Lasarus mengaku berlutut dalam posisi itu selama kurang lebih dua jam.
“Tekanan luar biasa saya rasakan sejak dari depan kantor desa sampai di dalam ruangan,” ungkapnya.
Kepala Desa Nusa, Yunus Nuban, yang ditemui terpisah membantah pernyataan tersebut. Menurutnya, tidak benar jika Lasarus dipaksa berlutut atas perintah oknum Bhabinkamtibmas.
Yunus menegaskan, saat itu pihak desa hanya berupaya memediasi masalah antara Lasarus dengan keluarga Faot. “Kami hanya mengingatkan agar kedua pihak menghindari kontak fisik jika situasi memanas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebetulan saat itu ada persiapan rapat BUMDes di kantor desa. Namun, pihaknya tetap menerima kedatangan warga yang berselisih untuk mencari jalan damai.
Secara terpisah, oknum Bhabinkamtibmas telah dikonfirmasi terkait pengakuan Lasarus namun hingga kini belum memberikan jawaban.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













