“Yang kami lihat ada perkembangan bahwa penyidik bekerja dengan profesional dan juga maksimal dalam menangani kasus ini sehingga ada perkembangan dan akhirnya kami keluarga dapat melihat itu secara langsung. Kami apresiasi Polres TTS,” ujar Jublina.
Meski mengapresiasi, keluarga belum menganggap perkara tersebut selesai. Mereka masih meminta penyidik menelusuri bukti-bukti yang sebelumnya telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Jublina mengatakan bukti petunjuk tersebut penting untuk menguji secara lebih utuh rangkaian peristiwa yang berakhir pada kematian Gustaf. Menurut dia, keluarga berharap penyidik tidak hanya berhenti pada penetapan pembunuhan, tetapi mengungkap apakah terdapat unsur perencanaan di balik perkara tersebut.
“Kami berharap bukti petunjuk yang kami sudah serahkan dan juga penyidik akan mendalami secara baik dan secara benar, maka kami sangat berharap ini akan merujuk pada pembunuhan berencana,” katanya.
Harapan keluarga tersebut sekaligus menempatkan perkara ini pada tahap yang berbeda. Jika unsur pembunuhan telah dinyatakan terpenuhi, penyidik masih harus membuktikan apakah terdapat keadaan yang dapat memenuhi unsur pembunuhan berencana berdasarkan alat bukti yang sah.
Keluarga Nabuasa kini menunggu langkah berikutnya dari Polres TTS. Mereka berharap seluruh bukti yang telah diserahkan diperiksa secara menyeluruh sehingga motif, rangkaian kejadian, serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian Gustaf dapat diungkap berdasarkan fakta hukum.
Bagi keluarga, perkembangan dari pengeroyokan ke penganiayaan, lalu pembunuhan, merupakan kemajuan dalam pencarian keadilan. Namun mereka masih menunggu satu hal: apakah penyidikan nantinya menemukan cukup bukti untuk membawa perkara itu ke dugaan pembunuhan berencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













