Wagub Johni Asadoma Tegaskan Tinju Jadi Cabor Prioritas NTT pada PON 2028

Reporter : Lia kiki Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260930 WA0009

KUPANG, TimorSavana — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanis Asadoma menegaskan cabang olahraga tinju menjadi salah satu cabang olahraga super prioritas dalam persiapan NTT menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Johanis Asadoma mengatakan, dari 24 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTT pada PON 2028, tinju menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian khusus karena selama ini konsisten menyumbangkan medali bagi NTT dalam berbagai ajang olahraga nasional.

Selain tinju, sejumlah cabang olahraga lainnya yang masuk dalam kategori super prioritas antara lain pencak silat, kempo, cricket dan atletik.

“Tinju ini salah satu cabang olahraga yang selalu memberikan medali emas bagi NTT dalam hampir setiap penyelenggaraan olahraga. Karena itu, tinju masuk dalam skala super prioritas untuk pembinaannya,” ujar Johanis Asadoma.

Menurutnya, pembinaan tinju di NTT harus dilakukan secara bersama-sama tanpa membedakan organisasi yang menaungi para atlet.

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya dua organisasi tinju amatir yang berkembang di NTT, yakni Pertina dan Merpati. Asadoma menyebut kedua organisasi tersebut memiliki dasar hukum dan keberadaannya perlu dihargai dalam konteks pembinaan olahraga.

“Kami dari pemerintah tidak melihat itu. Kami merangkul semuanya. Kami membina semuanya untuk sama-sama mempunyai target medali emas,” katanya.

Ia menargetkan NTT dapat meraih dua hingga tiga medali emas dari cabang olahraga tinju pada PON 2028. Untuk mencapai target tersebut, menurutnya diperlukan persatuan dan kesatuan di antara para pemangku kepentingan tinju, termasuk Pertina dan Merpati.

Asadoma menegaskan, pemerintah tidak akan membedakan atlet berdasarkan organisasi yang menaunginya. Atlet terbaik akan dipersiapkan dan dipilih untuk memperkuat kontingen NTT pada PON 2028.

“Kita tidak perlu mempersoalkan dua organisasi ini karena dua-duanya mempunyai badan hukum. Mari kita sama-sama menyiapkan petinju-petinju kita untuk PON yang akan datang,” tegasnya.

Baca Juga :  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Ia juga mengingatkan agar persoalan organisasi tidak sampai menghambat proses pembinaan atlet. Menurutnya, konflik antarorganisasi justru dapat membuat perhatian terhadap latihan dan pengembangan atlet menjadi terabaikan.

  • Bagikan