Ia menegaskan, rangkaian HUT ke-68 Provinsi NTT juga menjadi momentum untuk mengubah pendekatan penyelenggaraan kegiatan pemerintah. Kegiatan tidak hanya dipusatkan di ibu kota kabupaten, tetapi juga dilaksanakan di berbagai lokasi yang memungkinkan masyarakat setempat merasakan langsung manfaatnya.
“Rangkaian HUT NTT kali ini juga kita ubah perspektifnya. Biasanya kita membuat acara di ibu kota kabupaten, tetapi kali ini kita buat di tempat-tempat lain di setiap kabupaten agar kita juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. Akan ada banyak kegiatan sosial, seperti penanaman anakan pohon, pelibatan UMKM lokal, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Yang penting punya dampak besar bagi geliat ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, setiap etape Tour de EnTeTe nantinya akan diintegrasikan dengan program bantuan sosial dan penyaluran bantuan bagi masyarakat di sejumlah titik persinggahan.
Selain itu, perangkat daerah lintas sektor akan berkolaborasi menghadirkan berbagai pelayanan publik dan program prioritas pemerintah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi penerima manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
Sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam rapat persiapan ini antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Badan Kepegawaian Daerah, BPSDM, Dinas PUPR, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kominfo, Badan Keuangan Daerah, serta Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT.
Melalui Tour de EnTeTe 2026, Pemerintah Provinsi NTT ingin menjadikan momentum HUT ke-68 sebagai gerakan bersama yang menghubungkan olahraga, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, promosi potensi daerah, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun daerah, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung hingga ke tingkat desa dan wilayah pelosok NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













