Ia mengingatkan agar identitas kesukuan tidak dijadikan sekat dalam membangun persekutuan, apalagi menjadi dasar untuk menciptakan dominasi dan konflik kepentingan kelompok di dalam organisasi.
“GMKI bukan milik orang Alor, bukan milik orang Soe, bukan milik orang Sabu, bukan milik orang Sumba, bukan milik orang Timor, maupun yang lainnya. GMKI adalah rumah bersama bagi kita semua,” tegas Putra.
Menurutnya, salah satu tanggung jawab mendasar kepemimpinan GMKI Cabang Kupang ke depan adalah menghidupkan kembali motivasi dasar kehadiran organisasi melalui proses kaderisasi.
Selain kaderisasi, Putra menyoroti pentingnya konsolidasi dan penguatan kehidupan persekutuan yang inklusif. Setiap kader, kata dia, harus menyadari bahwa mereka dipersatukan bukan karena kesamaan asal-usul, melainkan oleh panggilan iman, ilmu, dan tanggung jawab bersama untuk melayani.
Ia juga mengingatkan bahwa semboyan GMKI, Ut Omnes Unum Sint, tidak boleh berhenti sebagai slogan organisasi.
Semboyan tersebut, menurut Putra, harus diwujudkan dalam sikap hidup dan karakter kepemimpinan setiap kader.
Sementara itu, Sekretaris Cabang demisioner, Nony A. Y. Talan, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian Konfercab XXX selama kurang lebih tujuh hari.
Nony mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh peserta dalam menyukseskan agenda organisasi tersebut.
“Saya selaku Sekretaris Cabang demisioner mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berjerih lelah mengikuti kegiatan ini kurang lebih tujuh hari. Doa saya, kiranya Tuhan memberkati kita semua yang masih berdiri tegak untuk GMKI Kupang,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh kader tetap mengambil bagian dalam setiap tahapan persidangan, mengikuti agenda secara saksama, dan memaknai seluruh proses dengan penuh hikmat demi masa depan organisasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













