Untuk mengurangi kemacetan, sistem buka-tutup diberlakukan. “Kami atur agar kendaraan bisa melintas secara bergantian, menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelas Iptu Jenedi. Sekitar 45 menit kemudian, beko dari Takari akhirnya tiba dan langsung bekerja membersihkan material longsor.
Namun, tantangan baru muncul. Beko yang digunakan ternyata tidak mampu mengangkat bongkahan material yang berukuran besar. “Kami putuskan untuk membuka akses jalan kembali sambil menunggu ekskavator tiba,” tambahnya.
Setelah satu jam, ekskavator akhirnya sampai di lokasi dan pekerjaan pembersihan dilanjutkan. Demi keselamatan, akses jalan kembali ditutup sementara hingga proses pembersihan lebih lanjut dilakukan.
Upaya berlanjut hingga malam hari, namun pada pukul 21.00 WITA, kegiatan dihentikan sementara atas pertimbangan operator alat berat. “Jarak pandang terbatas di malam hari, jadi untuk menghindari risiko, kami putuskan untuk melanjutkan esok harinya,” kata Iptu Jenedi.
Meski akses jalan telah dibuka kembali secara terbatas, masyarakat dan pengguna jalan tetap diimbau untuk berhati-hati. Cuaca yang masih tidak menentu berpotensi menyebabkan longsor susulan. Pihak kepolisian dan tim gabungan terus bersiaga untuk memastikan keamanan dan kelancaran transportasi di jalur vital ini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













