Ia menambahkan bahwa tim jaringan dari PLN sudah mengatur jadwal untuk pengerjaan perluasan tersebut. Namun, tidak disebutkan secara pasti kapan pekerjaan fisik di lapangan akan dimulai.
Sementara itu, meteran listrik yang sebelumnya sudah disiapkan untuk pemasangan, untuk sementara dibawa kembali oleh pihak PLN karena tidak bisa dipasang tanpa jaringan yang memadai.
“Kita tidak bisa pasang meteran tanpa JTR. Itu akan membahayakan sistem dan juga pelanggan,” tegas Made Dedik.
Marthen Natonis juga mengapresiasi langkah PLN yang berkoordinasi dengan masyarakat dan memberikan penjelasan terbuka soal kendala teknis yang dihadapi. Ia berharap, dalam waktu dekat proyek perluasan bisa diselesaikan dan masyarakat Boti segera menikmati akses listrik.
“Desa Boti adalah salah satu desa ikon budaya kita. Sudah seharusnya mereka mendapat akses energi layak seperti wilayah lainnya. Dukungan ini merupakan sinergi antara lembaga legislatif dan PLN dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di sektor energi dan infrastruktur dasar”, tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













