15 Desa Gagal Salur, 4 Terancam Tidak Cairkan ADD
Marthen mengungkapkan bahwa dari total 41 desa di Indonesia yang gagal menyalurkan dana desa tahun 2024, sebanyak 15 di antaranya berasal dari Kabupaten TTS. Jumlah ini menjadikan TTS sebagai penyumbang terbesar secara nasional, yakni 36%, dibandingkan daerah lain yang rata-rata hanya memiliki 1 hingga 2 desa bermasalah.
Dari 15 desa tersebut, terdapat empat desa yang kondisinya sangat memprihatinkan. Selain dana desa, Alokasi Dana Desa (ADD), termasuk gaji perangkat desa dan dana bagi hasil, juga terancam tidak cair. Penyebab utama adalah ketidakseriusan aparat desa dalam mengurus Surat Pertanggungjawaban (SPJ).
“Masalah utama adalah ketidakseriusan mengurus SPJ. Ada keinginan kuat mencairkan dana, tetapi SPJ tidak diurus dengan baik. Dampaknya, terlambat posting SPJ dan akhirnya gagal salur,” jelasnya.
Selain itu, hubungan yang tidak harmonis antara kepala desa dan perangkat desa turut memperburuk situasi. Saling curiga dan kurangnya kerja sama menyebabkan kelambatan dalam pengurusan administrasi. Temuan ini diungkapkan setelah dilakukan uji petik di beberapa desa oleh tim Komisi I DPRD TTS.
“Di empat desa yang kami pantau, hubungan antara kepala desa dan perangkatnya tidak harmonis. Ini menyebabkan keterlambatan pengurusan administrasi dan berujung pada ancaman tidak cairnya ADD,” tambah Marthen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













