Parahnya, saat PLTP Ulumbu yang dekat dengan Poco Leok beroperasi, debit air menurun drastis, hasil pertanian rusak, dan baru di akhir 2024 seluruh Gendang baru menikmati listrik.
NTT Tak Butuh Geothermal
WALHI menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT sudah memiliki arah energi sendiri: matahari, angin, air, dan laut. Dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2025–2034, geothermal tidak termasuk. Tapi pemerintah pusat justru memaksakan kehendak, seolah membenturkan rakyat dan pemda.
“Ini bukan transisi energi yang adil, ini kolonialisme energi baru. Rakus lahan, rakus air, dan menimbulkan krisis sosial,” kata Umbu Wulang.
Tuntutan WALHI: Cabut, Stop, Evaluasi Total
Dalam pertemuan itu, WALHI menyampaikan enam poin sikap:
1. Menolak proyek geothermal di seluruh NTT.
2. Mendesak pencabutan SK Menteri ESDM No. 2268/K/30/MEM/2017.
3. Meminta penghentian seluruh proyek geothermal dan evaluasi menyeluruh.
4. Meminta pemerintah menghormati RUED NTT dan sikap pemimpin umat Flores.
5. Mendesak PLN berhenti memicu konflik dan mengejar target dengan mengorbankan rakyat.
6. Menuntut pemerintah pusat hormati UU Otonomi Daerah dan UU Desa.
“Gubernur saat ini dipaksa memikul beban ekologis dari dosa masa lalu pemerintah pusat. Proyek geothermal ini bisa menggagalkan hilirisasi non-tambang yang diusung Gubernur,” tegas Gres.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













