TIMOR SAVANA.COM, Kupang – Pemerintah terus berupaya memelihara dan meningkatkan infrastruktur jalan guna menunjang konektivitas ekonomi, budaya, dan sosial masyarakat. Dalam wawancara bersama Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah II Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fahrudin, S.T., terungkap sejumlah program strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2025, terutama untuk pemeliharaan ruas jalan penting di wilayah kerjanya yakni TTS, TTU, Belu, Alor, dan Jalan Sabuk Merah.
Menurut Fahrudin, tahun 2025 akan ada sejumlah pekerjaan preservasi dan penanganan longsoran di ruas jalan Sabuk Merah. “Untuk ruas jalan Sabuk Merah, ada dua paket preservasi dan dua paket untuk longsoran. Semua merupakan lanjutan dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya di ruang kerjanya, Senin (13/1).
Fahrudin menjelaskan bahwa titik longsoran tersebar di beberapa lokasi strategis. Untuk ruas jalan Motaain-Henes terdapat enam titik longsoran, sementara ruas Henes-Motamasin mencakup tiga titik dengan panjang bervariasi. “Semua titik longsoran sudah teridentifikasi dan menjadi prioritas untuk penanganan tahun ini,” tambahnya.
Namun, alokasi anggaran untuk pekerjaan ini masih menunggu pencairan. “Anggaran tahun 2025 saat ini masih diblokir. Kami berharap bulan ini bisa keluar sehingga proses tender dapat dimulai,” ujarnya. Proses lelang ditargetkan akan dimulai paling lambat minggu pertama Februari 2025, setelah revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) selesai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













