Menyambut musim libur Natal dan Tahun Baru, BPJN NTT juga telah mempersiapkan berbagai peralatan dan kendaraan berat untuk mengantisipasi bencana alam seperti longsor dan banjir. Di antaranya, tersedia 30 truk, 9 pick-up, 17 ekskavator, 9 loader, 3 truk kern, dan 1 grader. Tercatat, ada 19 titik rawan longsor di NTT, terutama di Pulau Timor, Flores, Sumba, dan Alor. Selain itu, 13 titik banjir juga terdeteksi, dengan titik rawan banjir termaksud daerah Takari dan jembatan kecil Tanah Merah akibat sampah.
“Untuk memastikan kesiapsiagaan, kami telah menyiapkan posko di 21 PPK yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Posko-posko ini siap siaga 24 jam untuk menangani bencana alam yang mungkin terjadi,” jelas Agustinus. Keberadaan posko ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan pemulihan infrastruktur jika terjadi bencana, guna menjaga kelancaran transportasi dan keselamatan masyarakat.
BPJN NTT terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam selama musim liburan akhir tahun.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













