TIMOR SAVANA.COM, Kupang – Banjir yang melanda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan publik. Musim hujan yang seharusnya membawa berkah bagi masyarakat, justru menjadi ancaman karena banjir yang terus berulang setiap tahun. Desa Toineke, Bena, dan Linamnutu di Kecamatan Amanuban Selatan menjadi wilayah terdampak parah. Warga tidak hanya harus menghadapi kerusakan infrastruktur, tetapi juga ketidakpastian akan tanggapan dari Pemerintah Daerah (Pemda) TTS.
Ketua Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Selatan (IKMAS-TTS), Aldi Benu, menyampaikan kritik keras terhadap lambannya respons Pemda TTS dalam menghadapi bencana ini. Dalam pernyataannya, ia menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih baik antara Pemda, pemerintah kecamatan, dan desa, khususnya dalam situasi tanggap darurat. IKMAS-TTS juga menuntut komitmen Pemda untuk menyelesaikan akar masalah, seperti rehabilitasi Sungai Noemuke dan perbaikan infrastruktur jalan yang kerap menjadi penyebab utama kerugian dan korban jiwa.
Banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, saat musim hujan. Desa Toineke, Desa Bena, dan Desa Linamnutu di Kecamatan Amanuban Selatan menjadi wilayah terdampak parah akibat curah hujan tinggi yang memicu luapan Sungai Noemuke dan kerusakan infrastruktur. Fenomena ini telah menjadi musibah musiman yang terus berulang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













