Wakil Gubernur NTT Dampingi Tim Komisi V DPR RI Tinjau Pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260722 WA0017

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, menjemput Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo, pada Rabu (22/7/2026) siang.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, H. Andi Iwan Darmawan Aras, didampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, bersama sekitar 12 anggota Komisi V DPR RI. Kunjungan kerja reses yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 tersebut diawali dengan peninjauan langsung ke ruas Jalan Lingkar Utara Flores sebagai bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur strategis di NTT.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi beserta para mitra kerja Komisi V DPR RI.

Pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum. Kehadiran ruas jalan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Flores, khususnya kawasan utara.

Secara strategis, Jalan Lingkar Utara Flores menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Reo dengan Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi. Infrastruktur tersebut juga menjadi penunjang utama akses menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, sekaligus menghubungkan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Labuan Bajo, Terminal Tipe A Waeklambu, dan Pelabuhan Pengumpan Reo. Jalan ini juga diharapkan memperlancar arus wisatawan, logistik, dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Sejak tahun 2015, Direktorat Jenderal Bina Marga telah melaksanakan penanganan pada ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi sepanjang 78,55 kilometer dengan total nilai sekitar Rp165,43 miliar.

Melalui kunjungan ini, Komisi V DPR RI bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pelaksanaan pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores terus berjalan sesuai target, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat serta mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Flores.

  • Bagikan