Soe || TimorSavana.com – Keluarga almarhum Gustaf Nabuasa mulai membuka keberadaan percakapan WhatsApp yang tersimpan di telepon seluler almarhum. Mereka menilai isi komunikasi tersebut memuat sejumlah petunjuk penting yang semestinya menjadi bagian dari pendalaman penyidikan kasus kematian Gustaf Nabuasa.
Juru Bicara keluarga, Jublina Widiyanti Kase, SH, mengatakan bukti digital berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp telah diserahkan kepada penyidik Polres Timor Tengah Selatan sebagai bagian dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada 7 Juli 2026. Menurut dia, bukti tersebut belum ditindaklanjuti secara maksimal.
Berdasarkan keterangan keluarga, percakapan itu berlangsung pada rentang 1 hingga 3 Juni 2026, atau menjelang peristiwa yang menyebabkan Gustaf Nabuasa meninggal dunia. Keluarga meyakini isi komunikasi tersebut dapat membantu penyidik menyusun rangkaian peristiwa secara lebih utuh.
Jublina mengatakan salah satu percakapan yang menjadi perhatian terjadi pada 3 Juni 2026. Menurut keluarga, almarhum dihubungi oleh pihak yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan proyek di lokasi kejadian. Dugaan tersebut, kata dia, perlu dibuktikan melalui proses penyidikan.
“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini. Keterangan tersebut sudah saya sampaikan disertai bukti chat WhatsApp yang dimasukkan dalam BAP tanggal 7 Juli 2026 sebagai bukti petunjuk,” kata Jublina.
Ia menegaskan, keluarga tidak meminta penyidik langsung menyimpulkan isi percakapan tersebut sebagai alat bukti yang berdiri sendiri. Namun, keluarga berharap komunikasi itu dijadikan petunjuk untuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat, memeriksa saksi, serta mencocokkan dengan bukti lain yang telah dikumpulkan penyidik.
Menurut Jublina, terdapat tiga poin penting yang dituangkan dalam BAP. Poin pertama berkaitan dengan dugaan ancaman terhadap almarhum Gustaf Nabuasa, Charles Nabuasa, serta dirinya sebelum peristiwa terjadi.
Poin kedua mengenai percakapan WhatsApp pada 1 hingga 2 Juni 2026. Dalam komunikasi tersebut, menurut Jublina, terdapat informasi mengenai dugaan akan terjadi keributan di lokasi proyek. Percakapan itu kemudian berlanjut dengan adanya permintaan penggunaan satu unit dump truck kepada almarhum, namun permintaan tersebut disebut tidak dapat dipenuhi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













