Wali Kota Kupang: Pawai Takbir Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Perjalanan Batin dan Simbol Harmoni

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260329 WA0010

Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kegiatan Pawai Kupang Bertakbir Season 3 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah perjalanan batin yang sarat makna spiritual dan nilai kebersamaan. Hal ini disampaikannya saat menerima peserta pawai di Bundaran Patung Tirosa, Jumat (20/3) malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS, Ketua DPRD Kota Kupang, Richard E. Odja, unsur Forkopimda tingkat provinsi dan Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., para Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, S.STP., M.M., Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Kupang, H. Ali Muddin, tokoh lintas agama, serta masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI), aparat keamanan, hingga masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

“Bagi saya, malam bertakbir ini bukan hanya perjalanan dari titik A ke titik B. Ini adalah perjalanan batin. Ini bukan hanya perayaan, tetapi ekspresi iman yang bergerak, mengisi ruang-ruang Kota Kupang dengan lantunan takbir yang indah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa takbir yang dikumandangkan bukan sekadar suara, melainkan pengakuan atas kebesaran Tuhan sekaligus pengingat bagi manusia untuk senantiasa saling menghargai, mencintai, dan mengasihi satu sama lain. Tema “Kasih di Hari yang Fitri” menurutnya sangat relevan dan mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kota Kupang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen lintas agama dalam kegiatan tersebut, termasuk penampilan paduan suara dari Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi Kolhua yang membawakan lagu bernuansa Islami. “Ini adalah lambang bahwa keberagaman di Kota Kupang bukan penghalang, tetapi kekuatan. Bukan jarak, melainkan jembatan yang menyatukan kita semua,” tegasnya.

Baca Juga :  3 Tahun Berturut-Turut Kota Kupang Raih TP2DD Kota Terbaik 2025 Kawasan Nusa Tenggara-Maluku-Papua

Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas capaian Kota Kupang yang berhasil masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran serta meraih penghargaan sebagai Kota Damai dan Inklusif terbaik tingkat nasional.

Lebih lanjut, Wali Kota menggambarkan harmoni sebagai keseimbangan dalam keberagaman. Ia mengibaratkan Kota Kupang seperti sebuah lagu dan lukisan, di mana perbedaan justru menciptakan keindahan jika disusun secara seimbang.

  • Bagikan