Sementara itu, Plant Manager MPRS Timor-1, Gotot Setijono, menegaskan pentingnya pengoperasian PLTU Timor berkapasitas 100 MW untuk menjaga keandalan kelistrikan di Pulau Timor.
Meskipun masih dalam masa transisi dari pengetesan ke operasional penuh, pembangkit perlu segera dihidupkan karena kebutuhan listrik yang terus meningkat. Ia juga menjelaskan proses operasional PLTU Timor, termasuk pengelolaan bahan bakar, sistem pengendalian debu, dan penyiapan stok operasional 30 hari menjelang Natal dan Tahun Baru.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyatakan bahwa Media Gathering merupakan agenda rutin dua kali setahun untuk memperkuat sinergi dengan media. Ia menjelaskan bahwa total daya mampu pasok kelistrikan di NTT saat ini mencapai 461,6 MW, dengan perkiraan beban puncak Natal sebesar 282,32 MW, sehingga sistem berada dalam kondisi aman.
Untuk siaga Nataru, PLN menyiapkan 544 personel internal, 904 mitra kerja, posko siaga di 27 lokasi, pengamanan 76 titik VVIP, dan 76 lokasi SPKLU, dengan personel disiagakan 24 jam hingga 8 Januari 2026.
Eko berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi benar dan berimbang kepada masyarakat terkait upaya PLN menjaga keandalan listrik di NTT.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











