Uang Mengalir ke Rekening Roni Kobi: Pinjaman, Uang Rokok, atau Imbalan Kuota?

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260426 WA0022

Kontradiksi mencolok antara Roni Kobi dan pengusaha ES terkait uang Rp23 juta untuk kuota sapi di TTS. Pinjaman, uang rokok, atau praktik terselubung?

Soe,timorsavana.com – Pernyataan berbeda antara Roni Kobi dan seorang pengusaha berinisial ES membuka dugaan praktik tidak wajar dalam pengurusan kuota sapi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kedua pihak saling mengklaim kebenaran, namun fakta-fakta yang muncul justru memperlihatkan kontradiksi mencolok.

ES dengan tegas membantah bahwa uang Rp23 juta yang ia transfer ke rekening pribadi Roni Kobi merupakan pinjaman. Ia menilai, klaim tersebut tidak berdasar karena tidak disertai bukti hukum sebagaimana praktik pinjam-meminjam pada umumnya.

“Kalau namanya pinjam uang, harus ada kwitansi, meterai, kesepakatan waktu pengembalian. Ini tidak ada sama sekali,” tegas ES.

Menurutnya, seluruh dana yang diberikan memiliki tujuan jelas, yakni untuk memperoleh kuota sapi. Ia bahkan menyebut adanya pola tidak resmi yang ditawarkan, di mana besaran uang yang diberikan akan berbanding lurus dengan jumlah kuota yang diperoleh.

“Saya bukan orang gila yang kasih uang tanpa tujuan. Itu uang diberikan supaya dapat kuota sapi,” ujarnya.

ES mengungkapkan, total dana Rp23 juta ditransfer dalam dua tahap, yakni Rp10,5 juta pada Oktober–November 2025 dan Rp12,5 juta sejak Januari 2026. Namun hingga saat ini, ia mengaku tidak mendapatkan kuota sapi satu pun.

“Harapannya dapat kuota sesuai nilai itu, sekitar Rp300 ribu per ekor. Tapi hasilnya nol,” ungkapnya.

Lebih jauh, ES juga menolak keras istilah “uang rokok” yang digunakan untuk menjelaskan aliran dana tersebut. Menurutnya, istilah itu tidak relevan mengingat jumlah uang yang cukup besar.

“Kalau dibilang uang rokok, itu tidak benar. Ini jelas ada tujuan,” katanya.

Baca Juga :  Bobby Lianto Hibahkan Lahan Untuk pembangunan Gereja dalam puncak Festival salib Paskah

Di sisi lain, Roni Kobi justru memberikan penjelasan berbeda. Saat diwawancarai di kantor DPRD TTS pada Selasa (7/4/2026), ia menyebut uang tersebut sebagai urusan pribadi.

“Itu persoalan pribadi, pinjam-meminjam uang,” ujar Roni.

Namun, pernyataan ini tidak berhenti di situ. Dalam kesempatan yang sama, Roni juga mengakui bahwa dirinya terlibat membantu proses pengurusan kuota sapi, mulai dari pemenuhan syarat administratif hingga kelayakan ternak.

“Dia minta bantuan saya supaya memenuhi syarat karena ada sapi,” katanya.

  • Bagikan