Topik : 

Fokus 100 Hari Kerja Wali Kota Wawali. Benahi Birokrasi, UMKM dan Sampah

Reporter : Mesron Nome
  • Bagikan
IMG 20250301 WA0001

3. Reformasi Birokrasi

Selain penanganan sampah dan pemberdayaan UMKM, reformasi birokrasi menjadi pilar utama dalam 100 hari kerja pertama. Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pemerintah bukan lagi untuk memerintah, tetapi untuk melayani masyarakat secara cepat dan efektif.

“Kami ingin menghilangkan prosedur yang berbelit-belit, meningkatkan efisiensi pelayanan publik, serta mengajak seluruh ASN untuk berpikir jangka panjang dan bekerja dengan cara yang berbeda,” jelas dr. Christian.

Ia juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja dalam satu komando agar kebijakan yang dicanangkan dapat berjalan secara maksimal.

Dengan tiga fokus utama ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang berkomitmen untuk mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, berkembang, dan memiliki sistem pemerintahan yang efisien. Mereka juga menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak agar program-program tersebut dapat berjalan dengan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Namun, tantangan terbesar dalam penanganan sampah adalah pendekatan yang masih bertumpu pada individu dan pemerintah. Tanpa melibatkan produsen dalam rantai pengelolaan sampah, ambisi menciptakan kota yang bersih akan sulit terwujud. Produksi sampah harian Kota Kupang pada tahun 2024 mencapai 233 ton per hari, yang berarti sekitar 85.045 ton per tahun. Tanpa sistem pengelolaan yang komprehensif dan keterlibatan pihak industri, angka ini akan terus meningkat.

Pemerintah perlu mendorong kebijakan tanggung jawab produsen dalam mengelola sampah, mulai dari pengurangan produksi plastik hingga mekanisme daur ulang yang lebih efisien. Selain itu, perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak harus menjadi prioritas untuk memastikan penanganan sampah dalam skala besar dapat dilakukan dengan lebih efektif. Tanpa langkah strategis ini, upaya penanganan sampah di Kota Kupang hanya akan menjadi solusi jangka pendek yang tidak berkelanjutan.

  • Bagikan