Sekolah juga mengandalkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) serta semua guru untuk turut serta dalam membimbing dan membentuk karakter siswa. Setiap hari, dalam apel pagi, sekolah mensosialisasikan program-program pembiasaan baik yang dianjurkan oleh pemerintah, termasuk program “7 Pembiasaan Baik” guna membentuk siswa yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
SMA Negeri 2 Kota Kupang juga menerapkan berbagai kegiatan keagamaan dan refleksi sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Kegiatan ini mencakup doa bersama setiap pagi serta doa oikumene yang dilaksanakan setiap hari Jumat.
Menyadari bahwa kekerasan di kalangan siswa masih sering terjadi, Daryana menegaskan bahwa sekolah terus berupaya melakukan pencegahan. Jika terjadi kasus kekerasan, pihak sekolah akan segera mengundang orang tua untuk mencari solusi bersama.
“Kami tidak bisa pungkiri bahwa hal itu banyak dilakukan siswa, karena banyak dilakukan itulah makanya sekolah melakukan pencegahan-pencegahan dengan cara-cara yang tadi saya sampaikan. Mungkin sejauh ini kami melakukannya seperti itu, tapi kami selalu memberikan pemahaman bahwa kegiatan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh sekolah. Sehingga yang paling berperan penting juga adalah orang tua,” jelasnya.
SMA Negeri 2 Kota Kupang juga melibatkan siswa dalam upaya pencegahan kekerasan dengan memilih beberapa siswa sebagai penyambung informasi dari guru kepada teman-temannya.
Sekolah memiliki tim jurnalis yang bertugas menyampaikan informasi terkait pencegahan kekerasan melalui berbagai media, seperti podcast atau diskusi mengenai isu-isu yang sedang trending.
“Kita ada tim jurnalis sekolah juga, jadi setiap informasi ataupun mereka sampaikan untuk diketahui oleh siswa-siswa yang lain. Misalnya kalau ada podcast atau hal-hal tertentu yang memang harus kita bicarakan karena trending misalnya, itu juga kita sampaikan dan mereka punya tugas untuk memberikan pencerahan juga kepada teman-teman sejawat,” jelasnya.
Dengan adanya keterlibatan semua pihak, baik guru, siswa, tenaga kependidikan, maupun orang tua, diharapkan angka kekerasan di sekolah dapat terus ditekan dan lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













