Sinergi Pemerintah Kota Kupang dan BKKBN: Fokus pada Stunting dan Pembangunan Keluarga

Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20250503 WA0029

Timorsavana.com || Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kunjungan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT, Dr. Faizal Fahmi, S.KM., M.Kes., bersama rombongan di ruang kerja Wali Kota Kupang, Jumat (2/5). Turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, drg. Francisca J. H. Ikasasi.

Kunjugan tersebut dalam rangka memperkuat sinergi program pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk serta membahas arah kebijakan dan strategi kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam menangani isu-isu krusial seperti stunting, pengasuhan keluarga, serta penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).

IMG 20250503 WA0030

Dr. Faizal menegaskan bahwa pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk merupakan urusan pemerintahan konkuren sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2014. Oleh karena itu, kolaborasi lintas level pemerintahan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program. Ia juga melaporkan bahwa Kota Kupang termasuk salah satu daerah dengan capaian serapan anggaran terbaik, mencapai 93% pada tahun sebelumnya.

“Program kami harus tetap berjalan secara berkesinambungan, mulai dari pusat hingga kabupaten/kota. Untuk itu, kami telah menyiapkan dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) baik fisik maupun non-fisik,” ungkap Dr. Faizal.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Faizal juga memperkenalkan lima program Quick Win BKKBN, di antaranya Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) adalah program BKKBN yang melibatkan orangtua asuh untuk memberikan dukungan nutrisi dan pengasuhan kepada anak-anak berisiko stunting. Program ini bertujuan menurunkan angka stunting melalui kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat.

Program lainnya meliputi Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), yang mendukung pengasuhan anak usia dini dalam lingkungan yang aman dan sehat, serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Di samping itu, Lansia Berdaya (SIDAYA) memberdayakan lansia agar tetap aktif dan berkontribusi dalam keluarga serta masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur NTT Tinjau Pelaksanaan MBG di SMAN 7 Kupang

Yang terakhir untuk mendukung semua program tersebut, BKKBN meluncurkan Super Apps Keluarga Indonesia, sebuah aplikasi digital yang menyediakan informasi dan layanan terkait keluarga, seperti KB, kesehatan, dan pembangunan keluarga, guna mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan penting.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Kupang, menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kota Kupang untuk berkolaborasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan kolektif dalam menyelesaikan persoalan sosial dan kesehatan masyarakat.

  • Bagikan