“Prinsipnya kami Pemkot siap berkolaborasi. Ada hal-hal yang Pak Kepala Perwakilan butuhkan, jangan sungkan. Kami siap responsif dan komunikatif. Karena saya selalu bilang, kalau mau menyelesaikan masalah harus kerjakan bersama,” ujar dr. Christian.
Sebagai seorang dokter, Wali Kota juga memberikan perhatian khusus terhadap isu stunting. Ia menyoroti pentingnya edukasi dan intervensi sejak sebelum kehamilan. “Stunting tidak cukup diatasi setelah anak lahir. Intervensi harus dilakukan sejak sebelum kehamilan, agar orang tua siap secara fisik dan mental. Edukasi pranikah menjadi sangat penting. Saya melihat penyebab stunting juga dipengaruhi oleh tingginya angka kehamilan di luar nikah,” tambahnya.
Wali Kota mendukung penuh program seperti edukasi pranikah melalui kursus di gereja, masjid, dan lembaga lainnya, serta program Generasi Berencana (GenRe) oleh BKKBN yang ada di sekolah-sekolah sebagai wadah konseling bagi para remaja. Ia menilai bahwa kolaborasi antardinas dan lembaga sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan berjalan efektif.
Menutup pertemuan, dr. Christian menegaskan kesiapan seluruh OPD untuk mendukung BKKBN, terutama dalam penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan yang akan diselaraskan dalam RPJMD Kota Kupang.
“Kalau nanti ada hambatan, selalu berkoordinasi dengan ibu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang. Kita harus pastikan ini masuk dan sinkron. Karena kalau tidak sinkron dengan RPJMD, sulit untuk dijalankan lintas dinas,” tutup Wali Kota.**
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













