Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Timur fasilitasi 11 siswa berprestasi asal NTT untuk fokus pelajari teknologi masa depan ke China
Sebelas siswa berprestasi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan ke China melalui program beasiswa yang difasilitasi oleh Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT. Kesempatan ini menjadi langkah besar bagi anak-anak daerah untuk menimba ilmu di bidang teknologi masa depan.
Kesebelas pelajar ini berasal dari berbagai sekolah unggulan di NTT seperti SDH Kupang, SMA Negeri 1 Soe, SMA Katolik Giovanni Kupang, SMA Santa Angela Atambua, dan SMAK Citra Bangsa. Mereka berhasil lolos seleksi wawancara yang dilaksanakan beberapa waktu lalu dan kini tengah menantikan hasil seleksi akhir pada bulan September.
Menurut Ketua INTI NTT, Theo Widodo, program ini tidak hanya bertujuan membuka akses pendidikan, tetapi juga membentuk generasi muda NTT yang siap bersaing dalam bidang teknologi. “Kami ingin mereka kembali dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Theo dalam acara pembekalan di Kedai Hopeng, 5 Mei 2025.
Ketiga bidang keahlian yang akan dipelajari para siswa adalah E-commerce, teknologi perangkat lunak (software technology), dan teknologi lingkungan (environmental technology). Bidang ini dianggap sangat relevan dengan perkembangan global saat ini.
“Jurusan itu sangat dibutuhkan anak-anak kita sebagai generasi emas dan kebetulan mereka mendapatkan kesempatan ini, maka mereka bisa berselancar lebih jauh ke negeri matahari terbit,” tambah Theo.
Dama, sapaan akrab Damaliana Paskalia Mauti, salah satu penerima beasiswa, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan perasaannya kepada media. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa belajar langsung dari para ahli dunia di bidang teknologi. “Saya hanya bermimpi, kini menjadi nyata,” ujarnya berkaca-kaca.
Sebagai bagian dari persiapan, para siswa akan menjalani program belajar bahasa Mandarin selama satu tahun di kampus di sela-sela kuliah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mereka mampu mengikuti kurikulum secara optimal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













