Kebanggaan lain datang dari dunia literasi. Dua buku karya siswa berhasil diterbitkan, yakni antologi puisi dan kumpulan cerpen, yang merupakan hasil eksplorasi bakat menulis selama masa pembelajaran. Karya tersebut menjadi simbol kreativitas dan semangat berkarya generasi muda Amanuban Timur.
Menjelang penutupan acara, pihak sekolah mewakili 60 guru dan tiga mahasiswa praktek menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa dan orang tua atas segala kekurangan dalam proses pembelajaran selama tiga tahun terakhir.
“Pada kesempatan ini, enam puluh guru dan tiga mahasiswa praktek mengucapkan mohon maaf jika dalam proses selama tiga tahun ada yang salah. Kami yakin kesalahan itu tidak akan mengendorkan semangat untuk menggapai mimpi”.
Para orang tua memberikan respons positif atas inisiatif sekolah. Mereka merasa terbantu dan bangga karena anak-anak mereka tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai karakter dan budaya yang kuat.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan siswa untuk menyampaikan pesan dan kesan serta bingkisan kepada para guru. Banyak di antara mereka mengungkapkan rasa syukur karena telah menjadi bagian dari SMA Negeri 1 Amanuban Timur yang mereka anggap sebagai rumah kedua.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













