Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Eduard Markus Lioe, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya Konven II ini, yang dinilai sebagai wadah penting untuk memperkuat manajemen pelayanan Kaum Bapak.
“Ketika saya menjadi Ketua Panitia, saya mendorong agar Kaum Bapak GMIT dan Kaum Bapak di seluruh TTS terus bergerak bersama. Konven ini merupakan bentuk manajemen dalam pembentukan Kaum Bapak agar dapat bersinergi dan turut menunjang pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya.
Masih dalam rangkaian Konven II, Wakil Gubernur Johni Asadoma juga melaksanakan panen bersama Program Pangan Lestari yang dikelola oleh Bapak Yonri Sabuna, warga Jemaat Immanuel Oenali, Desa Oenali, Kecamatan Amanuban Barat.
Program ini mengoptimalkan 6 sumur gali dan 1 sumur bor untuk menopang pertanian berkelanjutan di tengah musim kemarau panjang, dengan hasil produksi mencapai 0,8 ton dalam 4 bulan, dan meningkat menjadi 1 ton dalam 6 bulan masa tanam. Adapun produk pertanian yang dihasilkan antara lain cabai, pecay (huma), timun, dan selada.
“Inilah contoh nyata kemandirian pangan di desa. Ketika masyarakat mengelola air dan lahan dengan bijak, hasilnya dapat menopang kebutuhan keluarga sekaligus mengurangi angka stunting,” kata Wagub.
Pada kesempatan ini, Wagub Johni turut menegaskan penetapan Bapak Yonri Sabuna sebagai fasilitator Pangan Lestari bagi Kaum Bapak GMIT agar semangat dan pengetahuan tersebut dapat diterapkan di jemaat dan desa lainnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Gubernur menandatangani prasasti peresmian Lapangan Amtetus di lingkungan Jemaat Immanuel Oenali serta menyerahkan satu unit traktor roda dua dan pompa air dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Kaum Bapak Sinode GMIT, sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












