Temuan Lapangan: Lahan Kosong, Denda Jalan Terus
Dugaan rekayasa semakin menguat setelah temuan lapangan menunjukkan bahwa sapi Helena yang dijerat disebut merusak kebun milik Soleman Nabuasa (anggota BPD). Namun, lokasi kebun tersebut tampak tidak ditanami apa pun selain rumput liar dan pohon gewang. Sementara itu, pemilik lahan yang mengklaim tanamannya dirusak menolak lokasi ditinjau ulang.
Agus Taunu, salah satu warga, bahkan mengaku diperintahkan langsung oleh kepala desa untuk menangkap sapi dengan cara memasang jerat di pintu pagar kebun. Sialnya sapi itu juga adalah milik Helena.
“Saya cuma diperintah kepala desa, suruh pasang jerat. Jadi saat itu saya dibayar Rp1.500.000 karena jagung seluas satu hamparan habis dimakan oleh sapi” ucap Agus.
Polres TTS kini tengah menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Dua unsur utama yang ditelusuri adalah dugaan pemerasan berkedok perdes fiktif dan tindak kekerasan terhadap warga. Bripka I Ketut Dana Putra, S.H, (penyidik) usai olah TKP kepada keluarga korban, memastikan akan mengirim surat panggilan kepada semua pihak dalam beberapa hari ke depan.
“Dalam waktu dekat kami akan kirim surat panggilan kepada semua pihak untuk kemudian dikonfrontasi di Polres TTS,”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












