Kadis PMD TTS Dilaporkan ke Polisi, Diduga Hina Warga Bijaepunu Saat Audiensi

Reporter : Jack Editor: Redaksi
  • Bagikan
IMG 20260909 WA0012

Kepala Dinas PMD TTS, Dominggus George Mella dilaporkan ke Polres TTS atas dugaan penghinaan terhadap warga Bijaepunu saat audiensi dengan Pemkab TTS.

Soe, TimorSavana.com || Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Dominggus George Mella alias DGM, resmi dilaporkan ke Polres TTS atas dugaan penghinaan terhadap warga Bijaepunu. Laporan tersebut dibuat pada Rabu, 9 September 2026, setelah sebelumnya terjadi ketegangan dalam audiensi warga dengan Pemerintah Kabupaten TTS.

Laporan itu berkaitan dengan dugaan ucapan bernada makian yang disampaikan DGM kepada salah seorang warga Bijaepunu, Benyamin Pinat alias Beny, ketika audiensi berlangsung di Aula Mutis, Kabupaten TTS.

Audiensi tersebut digelar untuk membahas persoalan yang melibatkan oknum sekretaris desa dan guru PPPK yang dikaitkan dengan kasus asusila di Desa Bijaepunu. Sejumlah warga dan orang tua hadir dalam pertemuan tersebut untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemkab TTS.

Beny mengatakan, keputusan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum diambil setelah dirinya mempertimbangkan secara matang kejadian yang berlangsung dalam audiensi. Ia kemudian mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres TTS untuk membuat laporan.

Dalam keterangan persnya, Beny menyebut penghinaan terjadi ketika situasi di Aula Mutis sempat memanas dan hampir terjadi kericuhan. Ia menyebut warga dan para orang tua memilih menahan diri agar kondisi tidak semakin buruk.

Dalam kondisi tersebut, kata Beny, DGM sempat bergerak menuju kerumunan aktivis. Setelah itu, DGM kembali ke arah kelompok warga dan menunjuk dirinya.

Beny mengaku saat itulah DGM melontarkan kata-kata yang dinilai sebagai makian dan penghinaan terhadap dirinya di hadapan warga serta para orang tua yang hadir dalam audiensi.

Baca Juga :  Tiga Tukang Bangunan Polisikan CV. Ave Maria Niki-Niki

“Gara-gara lu ut*, makanya pake otak,” kata Beny mengulang ucapan yang menurut dia disampaikan DGM sambil menunjuk kepalanya.

Beny menilai ucapan tersebut bukan lagi sekadar perdebatan dalam forum audiensi. Sebab, kata dia, perkataan itu disampaikan secara langsung kepadanya dan disaksikan sejumlah warga serta orang tua.

  • Bagikan