Dalam tuntutannya, Koalisi juga meminta agar kasus bunuh diri seorang anak di Sumba Timur dibuka kembali. Mereka menilai ada kejanggalan dalam kasus tersebut, terutama karena korban pernah melaporkan kekerasan yang dialaminya sebelum meninggal.
Bongkar Jaringan Narkoba dan Pedofil Global
Koalisi juga menuntut pemberantasan jaringan narkoba di NTT, yang menurut mereka memiliki keterkaitan dengan kejahatan seksual terhadap anak. “Kami meminta Polri menuntaskan jejaring narkoba di Kota Kupang dan Sumba Timur,” ujar Merry.
Selain itu, mereka meminta Polri, TNI, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dalam memerangi kejahatan siber, terutama jaringan pedofil global yang diduga melibatkan oknum aparat.
“Kita melihat ada jaringan pedofil global di balik kasus ini. Berdasarkan penjelasan dari penyidik, ini bukan sekadar kasus individu, tetapi bagian dari jaringan predator global,” ungkapnya.
Program Pencegahan dan Restitusi Korban
Koalisi juga mendesak Gubernur NTT dan pemerintah daerah agar mengambil langkah serius dalam mencegah kekerasan seksual. Mereka meminta agar ada program pendidikan dan sosialisasi mengenai kekerasan seksual di sekolah-sekolah serta lembaga agama.
Mereka juga menuntut pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan restitusi, mulai dari jaminan hidup, beasiswa, hingga konseling bagi keluarga korban. “Sudah ada kerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menangani hal ini,” kata Merry.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












