Keluarga menilai lambannya penanganan kasus ini mencederai rasa keadilan, apalagi korban saat ini mengalami penderitaan fisik dan mental yang berat. “Kami mau tanya, kenapa polisi belum tangkap pelaku? Padahal alamatnya sudah pu anak su begini,” tambah sang ibu.
Keluarga juga mengungkapkan bahwa proses hukum terasa jalan di tempat. Mereka bahkan mengaku mulai kehilangan kepercayaan terhadap proses hukum.
Peristiwa ini bukan sekadar kejahatan seksual, melainkan bentuk kekerasan sistemik yang diperparah dengan ketidakpastian hukum. “Kami minta pelaku ditangkap. Jangan tunggu anak kami bersalin dan kami yang tanggung semua beban, sementara pelaku santai di luar sana,” kata paman korban.
Korban yang saat ini menjalani persalinan hanya bisa terdiam, sementara keluarganya berjaga sepanjang malam. Mereka berharap, keadilan bisa ditegakkan secepatnya sebelum semuanya terlambat.
Kanit Reskrim Polsek Kie saat dikonfirmasi melalui chat WhatsApp terkait informasi persalinan korban, menjawab “TIDAK TAHU”. Namun Timor Savana masih berupaya meminta klarifikasi resmi dari pihak kepolisian setempat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












