Pengelola PAUD Olif Tataf di Desa Tubmonas, Yohana Bantaika, mengecam keras ketidakadilan insentif tahun 2023 yang tidak dibayarkan. Ia menuding pemerintah desa memperalat pendidik demi proposal dana desa.
Timor Savana, Desa Tubmonas, — Yohana Bantaika, pengelola PAUD Olif Tataf di Desa Tubmonas, Kecamatan Kuantana, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kecewa atas sikap kepala desa, Arkilaus Sae. Ia mengungkapkan bahwa insentif untuk tiga tenaga pendidik PAUD yang diusulkan dalam Dana Desa tahun 2023 sama sekali tidak dibayarkan.
Saat diwawancarai wartawan, Yohana menyebut para pendidik hanya dimanfaatkan sebagai alat pengusul dalam proposal Dana Desa, namun pada akhirnya diabaikan ketika tiba saat pencairan.
“Tahun 2023 itu kami tidak terima sepeser pun. Kami seakan hanya dipakai untuk mempercantik proposal. Itu tidak manusiawi!” tegas Yohana kepada media.
Ia menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, seperti 2021 dan 2022, memang insentif sempat cair. Meskipun hanya dua orang guru dibayar, tapi dibagi untuk lima orang. Ironisnya, pada tahun 2023 justru tidak ada pembayaran sama sekali.
“Kalau dulu memang masih dibayar, tapi 2023 itu benar-benar nol. Kami jalankan PAUD dengan segala keterbatasan, tanpa dukungan insentif sedikit pun,” jelasnya.
Lebih parah lagi, menurut Yohana, PAUD Olif Tataf tetap beroperasi sepanjang tahun 2023. Guru-guru tetap mengabdi demi anak-anak desa, tanpa memikirkan upah. “Tapi justru ketulusan kami dimanfaatkan. Itu menyakitkan,” katanya.
Situasi makin panas ketika dalam sebuah rapat tingkat kecamatan tahun 2024, Yohana mempertanyakan insentif tahun sebelumnya. Ia mengadu langsung di hadapan camat dan perwakilan kepolisian, namun jawaban yang ia dapatkan justru mengambang.
“Saya tanya, 2023 belum dibayar, kenapa sudah bahas 2024? Jawaban dari pihak desa hanya ‘tunggu satu dua hari’. Tapi sampai hari ini, tidak pernah ada pencairan,” katanya dengan nada kesal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













